Bantu Tatang, Guru Anak Disabilitas Kurang Mampu
Bantu Tatang, Guru Anak Disabilitas Kurang Mampu
Rp. 818.888 terkumpul dari Rp. 50.000.000

7 Donasi

90 hari lagi

DONASI
Cerita

07 November 2019

Menderita gangguan penglihatan sejak kecil, Pak Tatang harus mengalami kebutaan total karena operasi yang dijalaninya tak berhasil. 

Tak mudah, ia sempat terpuruk atas kondisinya. Ia berusaha untuk bangkit, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studinya di Universitas Padjajaran pada tahun 1998.

Ia pun meyakini, banyak anak dengan disabilitas bisa mengenyam pendidikan tinggi seperti dirinya. Sayangnya, masih banyak anak disabilitas yang tak bisa sekolah karena biaya.

Bersama alm. kakak, Pak Tatang mendirikan SLB ABCD Caringin pada 2003.

475b1eff-c249-42b3-b2f8-986c2043ff80.jpg

Bukan hal mudah untuk mendirikan SLB ABCD Caringin. Masih banyak orang tua yang tidak percaya pada kemampuan anak disabilitas. Bahkan, ia sempat diusir saat mengajak anak-anak disabilitas di sekitarnya untuk sekolah.

Tak putus asa, ia terus berjuang agar SLB ABCD Caringin bisa terus beroperasi. Uang dan tempat tinggal pribadi warisan orang tua pun diberikan untuk kelangsungan SLB.

Kini, SLB ABCD Caringin  memiliki 42 siswa. Per bulannya, anak-anak dikenakan biaya sukarela. Namun, Pak Tatang membebaskan biaya untuk mereka yang kurang mampu. SLB juga mendapat bantuan dana BOS dari pemerintah.

a265a021-b1c8-42ba-87d4-01488c2f6757.jpg

Karena rumahnya dijadikan sekolah, Pak Tatang sampai saat ini masih menumpang tinggal di rumah kakaknya. Ia berharap suatu hari nanti bisa memiliki tempat tinggal sendiri.

Di usianya yang menginjak kepala lima, Pak Tatang masih mengajar bersama beberapa guru lainnya di SLB. Dengan statusnya sebagai guru honorer, ia mendapat Rp 1.300.000 per bulannya yang dibayarkan setiap tiga bulan sekali. Padahal, Pak Tatang masih harus membiayai kedua anaknya yang masih sekolah di bangku SD dan SMA.

Untuk menambah penghasilan, Pak Tatang bekerja sambilan sebagai tukang pijat dan membuka warung kecil bersama istri. Semua demi bertahan hidup dan memastikan SLB ABCD Caringin terus beroperasi.

Pak Tatang melakukan segala hal yang ia bisa untuk berikan masa depan bagi anak disabilitas di sekitarnya. Ia berharap, anak didiknya bisa hidup mandiri di masa depan.

a2fa8bc9-3e10-4929-add3-da403de1d829.jpg

Pak Tatang hanya satu dari beribu guru inspiratif di sekitar kita.

Mereka yang memberikan kesempatan kepada siapapun untuk dapatkan pendidikan.

Menyambut Hari Guru pada 25 November nanti, Good Day lewat gerakan #GoodGift ingin ikut memberikan penghargaan untuk para guru yang penuh inspirasi. 

Salah satunya, dengan berikan apresiasi bantuan biaya untuk rumah tinggal dan keperluan sehari-hari Pak Tatang.

Bareng Good Day #GoodGift yuk dukung Pak Tatang terus berikan pendidikan bagi anak-anak disabilitas.

Klik "DONASI SEKARANG"

1.Masukan nominal donasi

2. Pilih metode pembayaran (GO-PAY/Dompet Kebaikan/BCA/BNI/BNI Syariah/BRI/Kartu Kredit)

3. Dapatkan laporan via email 

Disclaimer:

Upaya penggalangan donasi di halaman ini didukung  oleh Good Day #GoodGift. Seluruh donasi terkumpul sepenuhnya akan diberikan pada Pak Tatang.

Disclaimer : Informasi dan opini yang tertulis di halaman campaign ini adalah milik campaigner (pihak yang menggalang dana) dan tidak mewakili Amal.id.

Baca Selengkapnya
Kabar Terbaru
Empty News

Belum ada kabar terbaru dari penggalangan dana ini.

Donasi (7)